Warga Desa Tenggor Geruduk Polres Gresik, Protes Salah Tangkap dan Dugaan Penganiayaan Oknum Polisi

Bagikan :
Google Facebook X WhatsApp Telegram Salin tautan

URL berhasil dicopy

Gresik – KERTASNEWS. COM –Ratusan warga Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, mendatangi Mapolres Gresik pada malam hari. Kedatangan mereka untuk memprotes tindakan tidak profesional oknum polisi dalam proses penyelidikan dan penyidikan yang berujung pada salah tangkap.

Pantauan di lokasi, warga terlihat berkerumun di depan kantor Polres Gresik. Beberapa di antaranya mengangkat ponsel untuk merekam. Sejumlah anggota polisi berjaga dan tampak berdialog dengan perwakilan warga.

Aksi ini dipicu kasus yang menimpa dua pemuda Desa Tenggor. Keduanya mengaku menjadi korban salah tangkap saat hendak membeli makanan ke Pasar Balongpanggang. Di Jembatan Tenggor, mereka diberhentikan oknum polisi berpakaian preman, kemudian diborgol dan dibawa.

Menurut keterangan korban, selama dalam penangkapan mereka dipukuli hingga meninggalkan bekas dan mengeluarkan darah. Korban juga mengaku diancam agar mengakui perbuatan yang tidak mereka lakukan.

Setelah dicek ke perangkat Desa Tenggor dan dipastikan bukan pelaku, keduanya akhirnya dilepaskan. Namun korban sudah terlanjur mengalami kekerasan fisik berupa bekas pukulan dan bekas borgol.

Ketidakpuasan warga memuncak karena merasa proses hukum tidak sesuai SOP dan tidak manusiawi. Karena kepala desa tidak mampu menenangkan, warga bersama perangkat desa akhirnya memutuskan melaporkan kejadian tersebut langsung ke Polres Gresik dan diterima oleh Dirpropam.

Dalam pertemuan di Mapolres Gresik, warga menuntut agar 4 oknum polisi yang diduga terlibat segera diperiksa secara tegas. Proses pemeriksaan terhadap oknum tersebut disebut berlangsung secara maraton hingga dini hari.

Warga berharap Polres Gresik memberikan kepastian hukum dan sanksi jelas. Mereka menilai tindakan kekerasan dalam penangkapan mencoreng nama institusi dan meresahkan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, Polres G9resik belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pemeriksaan terhadap keempat oknum tersebut.

Reporter Liputan

Berita Terkait

Mubes dan HUT ke-7 KJJT Indonesia Digelar di Surabaya, Noer Arif Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum
Ketua BIN DPD Jatim Beri Ucapan HUT ke-7 KJJT Indonesia, Tekankan Profesionalisme Pers
TANAH TKD WAGE DIPERTANYAKAN, GRAND ALOHA BERDIRI DI ATAS LAHAN YANG DIDUGA ASET DESA
Hadapi Ketatnya Dunia Kerja, Siswa SMK Muhammadiyah 2 Jogoroto Dibekali Motivasi dan Edukasi Narkoba
Puluhan Wartawan Geruduk Kejari Tuban, Tuntut Keterbukaan Informasi dan Perlindungan Jurnalis
KAKI Minta Aspek Hukum dalam Sengketa CMNP dan MNC Dikaji Secara Menyeluruh
Hampir 5 Tahun Tanpa LPJ, Warga Katimoho Gresik Desak Pengurus HIPPAM Buka Keuangan
Diduga Tambang Galian C Ilegal di Wringinanom Gresik Jadi Sorotan, APH Diminta Jangan Tutup Mata
54xDibaca
Gresik selatan
PENULIS
Gresik selatan

Penulis dan kontributor suarawarga.net.

Suara Warganet
EDITOR
Suara Warganet

Editor suarawarga.net.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 08:23 WIB

Mubes dan HUT ke-7 KJJT Indonesia Digelar di Surabaya, Noer Arif Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum

Rabu, 9 September 2026 - 20:54 WIB

Ketua BIN DPD Jatim Beri Ucapan HUT ke-7 KJJT Indonesia, Tekankan Profesionalisme Pers

Senin, 7 September 2026 - 10:39 WIB

TANAH TKD WAGE DIPERTANYAKAN, GRAND ALOHA BERDIRI DI ATAS LAHAN YANG DIDUGA ASET DESA

Minggu, 6 September 2026 - 13:14 WIB

Hadapi Ketatnya Dunia Kerja, Siswa SMK Muhammadiyah 2 Jogoroto Dibekali Motivasi dan Edukasi Narkoba

Jumat, 4 September 2026 - 04:04 WIB

Puluhan Wartawan Geruduk Kejari Tuban, Tuntut Keterbukaan Informasi dan Perlindungan Jurnalis

Terpopuler